[RePost] Yuk, Kita Buat Batik Sendiri
“Ada pesona yang terpancar, bila kita memakai batik. Cobalah…”
2 Oktober 2014, adalah Hari Batik Nasional. Dan, kita pantas bangga, mengenakan batik sebagai apresiasi budaya nasional. Sengaja kami menunggu moment ini, untuk mempublikasikan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Fath Kuala Tungkal. Program kali ini yang menjadi agenda PKBM Al-Fath adalah Kursus Wirausaha Kota (KWK) bidang Batik Tulis, berlokasi di desa Teluk Sialang Kec. Tungkal Ilir Kab. Tanjung Jabung Barat. Warga peserta kursus ini sebanyak 22 orang. Peserta ini sudah diseleksi, yang mana sebelumnya, banyak sekali warga yang ingin ikut mendaftar. Terpaksa kami batasi. Antusiasme warga peserta sangat besar sekali mengikuti program ini.
Kami dari pihak PKBM Al-Fath, sudah mempersiapkan sedini mungkin alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:
- canting
- kain mori
- lilin malam (wax)
- kompor kecil atau pemanas lilin malam (wax)
- bahan pewarna kain

(serah-terima alat dan bahan batik tulis program KWK Desa Teluk Sialang- dok.pri)

(ibu ini sedang memeriksa canting- dok.pri)

(terlihat ada canting, lilin malam, kompor kecil atau alat pemanas lilin malam dan gambar pola- dok.pri)
Serah-terima ini disaksikan oleh tokoh masyarakat, kepala desa, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tak lama setelah serah-terima alat dan bahan, para warga peserta diberikan instruksi teknik dan cara kerja pembuatan batik tulis dari instruktur PKBM Al-Fath. Warga peserta mulai langsung menyiapkan gambar pola batik.

(membuat gambar pola batik- dok.pri)

(warga peserta ini sedang membuat motif gambar pola batik -dok.pri)
Tahap berikutnya, melapisi gambar pola dengan lilin malam. Gambar pola yang sudah bermotif diletakkan diatas kain mori. Lalu gambar tersebut beri warna dengan memakai lilin malam. Kalo bisa, warna yang ditampilkan sedikit agak mencolok. Agar terlihat perbedaan dan bisa tembus ke kain mori. Aktivitas ini makin bersemangat karena dikerjakan rame-rame sambil diselingi senda gurau sesekali ketawa-ketiwi…hihihi


Proses selanjutnya, melukis batik. Sebelum batik dilukis. Lilin malam di panaskan terlebih dahulu diatas kompor kecil atau alat pemanas lilin malam. Sesudah lilin malam panas dan mencair, persiapkan canting. Masukkan lilin malam cari ke dalam canting. Lukislah batik sesuai dengan gambar pola yang sudah dicetak di kain mori. Jangan lupa tiup canting, tiap kali selesai melukis. Huuuuphhh…Huuupphhh….

(memanaskan lilin malam diatas kompor kecil- dok.pri)

(lukislah sesuai dengan cetakan gambar pola- dok.pri)
Tahap pewarnaan. Pilihlah warna yang agak tua atau boleh juga memilih warna yang mencolok. Siapkan baskom atau ember besar. Celupkan kain mori yang sudah di beri pewarna. Biarkan beberaapa saat, agar warna merata keseluruh kain. Kucek-kucek sebentar, lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Ingat, lakukan dengan perasaan… Hati-hati ya buk, jangan sampe kainnya robek! hihihihi

(pencelupan kain mori ke dalam wadah pewarna- dok.pri)

(kain mori yang sudah dicelup pewarna, pisahkan dan gantung di jemuran- dok.pri)
Ini tahap terakhhir, kain mori yang sudah di beri pewarna, gantung di jemuran. Jemur kain tersebut dilokasi yang banyak sinar mataharinya, biar cepat kering. Tunggu sampai kain benar-benar kering, baru diangkat. Tapi ingat, jaga juga jemurannya, jangan sampe digondol maling jemuran…hehehe

(jemur kain mori yang sudah diberi pewarna hingga kering- dok.pri)

(pastikan saat menjemur, warna yang sama diletakkan pada satu jemuran- dok.pri)
Nah, beginilah jadinya. Cantik kan? Ayoo, kamu juga bisa buat batik sendiri….

(kain batik buatan sendiri ini sudah siap digunakan- dok.pri)
Sekian. Selamat Hari Batik….
“Ada pesona yang terpancar, bila kita memakai batik. Cobalah…”
2 Oktober 2014, adalah Hari Batik Nasional. Dan, kita pantas bangga, mengenakan batik sebagai apresiasi budaya nasional. Sengaja kami menunggu moment ini, untuk mempublikasikan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Fath Kuala Tungkal. Program kali ini yang menjadi agenda PKBM Al-Fath adalah Kursus Wirausaha Kota (KWK) bidang Batik Tulis, berlokasi di desa Teluk Sialang Kec. Tungkal Ilir Kab. Tanjung Jabung Barat. Warga peserta kursus ini sebanyak 22 orang. Peserta ini sudah diseleksi, yang mana sebelumnya, banyak sekali warga yang ingin ikut mendaftar. Terpaksa kami batasi. Antusiasme warga peserta sangat besar sekali mengikuti program ini.
Kami dari pihak PKBM Al-Fath, sudah mempersiapkan sedini mungkin alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:
- canting
- kain mori
- lilin malam (wax)
- kompor kecil atau pemanas lilin malam (wax)
- bahan pewarna kain
(serah-terima alat dan bahan batik tulis program KWK Desa Teluk Sialang- dok.pri)
(ibu ini sedang memeriksa canting- dok.pri)
(terlihat ada canting, lilin malam, kompor kecil atau alat pemanas lilin malam dan gambar pola- dok.pri)
Serah-terima ini disaksikan oleh tokoh masyarakat, kepala desa, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tak lama setelah serah-terima alat dan bahan, para warga peserta diberikan instruksi teknik dan cara kerja pembuatan batik tulis dari instruktur PKBM Al-Fath. Warga peserta mulai langsung menyiapkan gambar pola batik.
(membuat gambar pola batik- dok.pri)
(warga peserta ini sedang membuat motif gambar pola batik -dok.pri)
Tahap berikutnya, melapisi gambar pola dengan lilin malam. Gambar pola yang sudah bermotif diletakkan diatas kain mori. Lalu gambar tersebut beri warna dengan memakai lilin malam. Kalo bisa, warna yang ditampilkan sedikit agak mencolok. Agar terlihat perbedaan dan bisa tembus ke kain mori. Aktivitas ini makin bersemangat karena dikerjakan rame-rame sambil diselingi senda gurau sesekali ketawa-ketiwi…hihihi
Proses selanjutnya, melukis batik. Sebelum batik dilukis. Lilin malam di panaskan terlebih dahulu diatas kompor kecil atau alat pemanas lilin malam. Sesudah lilin malam panas dan mencair, persiapkan canting. Masukkan lilin malam cari ke dalam canting. Lukislah batik sesuai dengan gambar pola yang sudah dicetak di kain mori. Jangan lupa tiup canting, tiap kali selesai melukis. Huuuuphhh…Huuupphhh….
(memanaskan lilin malam diatas kompor kecil- dok.pri)
(lukislah sesuai dengan cetakan gambar pola- dok.pri)
Tahap pewarnaan. Pilihlah warna yang agak tua atau boleh juga memilih warna yang mencolok. Siapkan baskom atau ember besar. Celupkan kain mori yang sudah di beri pewarna. Biarkan beberaapa saat, agar warna merata keseluruh kain. Kucek-kucek sebentar, lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Ingat, lakukan dengan perasaan… Hati-hati ya buk, jangan sampe kainnya robek! hihihihi
(pencelupan kain mori ke dalam wadah pewarna- dok.pri)
(kain mori yang sudah dicelup pewarna, pisahkan dan gantung di jemuran- dok.pri)
Ini tahap terakhhir, kain mori yang sudah di beri pewarna, gantung di jemuran. Jemur kain tersebut dilokasi yang banyak sinar mataharinya, biar cepat kering. Tunggu sampai kain benar-benar kering, baru diangkat. Tapi ingat, jaga juga jemurannya, jangan sampe digondol maling jemuran…hehehe
(jemur kain mori yang sudah diberi pewarna hingga kering- dok.pri)
(pastikan saat menjemur, warna yang sama diletakkan pada satu jemuran- dok.pri)
(kain batik buatan sendiri ini sudah siap digunakan- dok.pri)
Mantaps....
BalasHapus