PKBM AL-FATH MENYELENGGARAKAN PROGRAM PAKET A, PAKET B, PAKET C, KURSUS WIRAUSAHA DESA (KWD), KURSUS WIRAUSAHA KOTA (KWK) DAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL (KF)

Program Paket C Terakreditasi B

Alhamdulillah pada Tanggal 22 Desember 2016 kemarin Sertifikat Akreditasi Program Paket C PKBM AL-FATH telah diterbitkan, dan secara otomatis PKBM AL-FATH di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi ini, Lembaganya TERAKREDITASI B.



❤❤❤ TERIMA KASIH ❤❤❤

[RePost] Yuk, Kita Buat Batik Sendiri

“Ada pesona yang terpancar, bila kita memakai batik. Cobalah…”
2 Oktober 2014, adalah Hari Batik Nasional. Dan, kita pantas bangga, mengenakan batik sebagai apresiasi budaya nasional. Sengaja kami menunggu moment ini, untuk mempublikasikan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Fath Kuala Tungkal. Program kali ini yang menjadi agenda PKBM Al-Fath adalah Kursus Wirausaha Kota (KWK) bidang Batik Tulis, berlokasi di desa Teluk Sialang Kec. Tungkal Ilir Kab. Tanjung Jabung Barat. Warga peserta kursus ini sebanyak 22 orang. Peserta ini sudah diseleksi, yang mana sebelumnya, banyak sekali warga yang ingin ikut mendaftar. Terpaksa kami batasi. Antusiasme warga peserta sangat besar sekali mengikuti program ini.
Kami dari pihak PKBM Al-Fath, sudah mempersiapkan sedini mungkin alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:
- canting
- kain mori
- lilin malam (wax)
- kompor kecil atau pemanas lilin malam (wax)
- bahan pewarna kain
14122676851622085996
(serah-terima alat dan bahan batik tulis program KWK Desa Teluk Sialang- dok.pri)

Beginilah Antusiasme para Warga Belajar



Hari baik. Cuaca pun baik. Di pagi itu, para pengurus dan tutor PKBM Al-Fath, berjumlah 5 orang bersama beberapa kur lainnya bersiap sedia akan berangkat menuju desa Sungai Dualap, Kecamatan Kuala Betara, Minggu (21/9/2014). Jam 08.00 WIB, On time. Sesuai kesepakatan janjian kemarin. Berkumpul di dermaga LASDP, Kuala Tungkal. Sambil menunggu speed boat carteran, kami pun sarapan dan ngopi-ngopi dulu di warung dekat Dermaga. Mengisi perut dan mempersiapkan fisik untuk melakukan perjalanan nanti. Kira-kira jam 09.00 WIB, speed boat sudah datang. Kami pun mempersiapkan barang bawaan, lalu bersegera menuju ke speed boat. Satu persatu-satu kami naik dan mencari posisi duduk. Tak menunggu lama, si pemilik speed boat pun menghidupkan mesin….Bruuuumm…Bruuummm….speed boat pun melaju menerobos angin.
14113979571968415065
(meninggalkan dermaga dok.pri)
Kami patut bersyukur, sepertinya pagi ini, air baru mulai pasang di sungai Pengabuan. Angin pun bertiup sepoi-sepoi, tak ada tanda-tanda gelombang kuat. Semua penumpang di speed boat itu juga berharap, perjalanan kali ini tak ada gelombang besar. Maklumlah, akhir-akhir ini musim gelombang di laut. Soalnya ngeri juga, rasanya,  membayangkan melintasi ombak yang bergulung-gulung. Huft…
Para penumpang bersiap diposisi duduk masing-masing. Jarak perjalanan laut ini kira-kira 17 Km yang ditempuh sekitar 50-60 menit. Ini pengalaman saya yang seru naik speed boat, maklum sudah lama tak naik speed boat. Rasanya, ngeri-ngeri sedap. Hentakan gelombang laut dan hempasan angin cukup membuat perut terkocok-kocok. Bagi yang tak biasa, apalagi belum pernah naik speed boat. Stamina fisik harus prima, kalo tak mau mabuk laut.
1411399705532328715
(melewati hutan mangrove- dok.pri)
Pukul 10.00 WIB, terlihat perahu-perahu nelayan dan rumah-rumah desa berdiri teratur di sepanjang garis pantai. Kami sudah sampai di dermaga desa Sungai Dualap, Kecamatan Kuala Betara. Pemilik speed boat mengikat tali di tiang dermaga. Kami pun siap-siap untuk naik ke darat lagi. Perjalanan dilanjutkan menuju ke rumah salah seorang keluarga dari pengurus PKBM AL-FATH. Menunggu siang hari, kami pun beristirahat sebentar. Bergurau-gurau sambil bercanda guna menghilangkan penat pejalanan laut tadi. Sekaligus mempersiapkan materi untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan paket C di sana.
Pukul 13.45 WIB. Kami melanjutkan perjalanan lagi, kira-kira 15-20 menit, menuju lokasi warga belajar paket C. Pelaksanaan paket C ini dilakukan di ruang belajar Pondok Pesantren.

Photobucket